Di dunia pemetaan drone dan rekonstruksi 3D, nama Agisoft Metashape hampir selalu muncul sebagai standar industri. Software ini banyak digunakan oleh surveyor, ahli geologi, arkeolog, hingga studio efek visual (VFX).

Namun, bagi Anda yang baru terjun ke bidang fotogrametri, mungkin ada beberapa pertanyaan mendasar: Apa sebenarnya Agisoft Metashape itu? Mengapa banyak ahli surveyor drone masih sering menyebutnya "PhotoScan"? Dan bagaimana cara kerjanya dalam menyulap ratusan foto biasa menjadi peta kontur yang akurat?

Pengertian Agisoft Metashape

Agisoft Metashape adalah perangkat lunak (software) fotogrametri mandiri yang memproses gambar digital (foto) dan menghasilkan data spasial 3D. Software ini dikembangkan oleh Agisoft LLC, sebuah perusahaan riset dan pengembangan yang berbasis di St. Petersburg.

Prinsip dasar Metashape bertumpu pada photogrammetry, yaitu teknik mengekstrak informasi geometri 3D dari kumpulan gambar dua dimensi (2D) yang saling tumpang tindih (overlapping). Metashape mengambil foto-foto yang diambil dari berbagai sudut (misalnya dari drone yang terbang menyusuri area tambang), mencari titik-titik persamaan antar foto, dan merangkainya menjadi objek tiga dimensi yang dapat diukur secara presisi.

Dari PhotoScan Menjadi Metashape

Jika Anda berdiskusi dengan praktisi pemetaan senior, Anda mungkin akan mendengar mereka menyebut software ini dengan nama "PhotoScan". Keduanya adalah software yang sama.

Software ini pertama kali dirilis sekitar tahun 2010 dengan nama Agisoft PhotoScan. Selama bertahun-tahun, PhotoScan mendominasi pasar sebagai alat yang efisien untuk memproses foto udara. Namun, pada akhir tahun 2018, bersamaan dengan peluncuran versi 1.5, Agisoft secara resmi mengganti namanya menjadi Agisoft Metashape.

Pergantian nama ini bukan sekadar urusan branding. Nama baru ini dipilih untuk mencerminkan kemampuan software yang sudah jauh melampaui sekadar "memindai foto" (photo scanning). Mulai versi 1.5, Metashape memperkenalkan algoritma berbasis Depth Maps generasi baru untuk rekonstruksi 3D, fitur klasifikasi otomatis berbasis AI (Kecerdasan Buatan), dan dukungan untuk data yang lebih kompleks.

Cara Kerja: Dari Foto Menjadi Peta 3D

Untuk memahami kekuatan Metashape, kita perlu melihat alur kerjanya (workflow). Proses di Metashape umumnya berjalan secara berurutan dalam empat tahap utama:

Align Photos (Penyejajaran Foto)

Pada tahap ini, Metashape mencari titik ikat (tie points) antar foto. Software akan mengenali piksel-piksel yang sama dari foto-foto yang saling tumpang tindih, lalu menghitung posisi, sudut, dan orientasi kamera saat foto tersebut diambil. Hasil akhirnya adalah sekumpulan titik renggang yang disebut Sparse Point Cloud.

Build Dense Point Cloud (Awan Titik Padat)

Berdasarkan posisi kamera dan gambar asli, Metashape menghitung Depth Maps (peta kedalaman) untuk setiap kamera, lalu mengubahnya menjadi Dense Point Cloud. Jutaan titik koordinat tiga dimensi (X, Y, Z) diciptakan untuk merepresentasikan permukaan objek atau medan secara sangat padat.

Build Mesh & Texture (Jaring & Tekstur 3D)

Titik-titik pada awan titik kemudian dihubungkan menjadi jaringan poligon (segitiga) untuk membentuk permukaan benda padat, yang disebut Mesh. Selanjutnya, Metashape memproyeksikan kembali warna dari foto-foto asli ke permukaan mesh tersebut (Texturing), sehingga menghasilkan model 3D fotorealistik yang terlihat persis seperti aslinya.

Build DEM & Orthomosaic (Peta & Kontur)

Ini adalah tahap pamungkas untuk kebutuhan pemetaan. Metashape memproyeksikan data 3D kembali ke bidang dua dimensi datar, namun kali ini tanpa distorsi lensa maupun kemiringan kamera (proyeksi ortogonal). Hasilnya adalah:

  • DEM (Digital Elevation Model): Peta elevasi/ketinggian medan.
  • Orthomosaic: Peta foto beresolusi tinggi dan bergeoreferensi akurat, siap dimasukkan ke dalam software GIS (seperti ArcGIS atau QGIS) untuk digambar atau diukur.

Integrasi GCP: Untuk menjamin akurasi peta hingga skala sentimeter, surveyor memasukkan data koordinat Ground Control Points (GCP) yang diukur dengan GPS Geodetik/RTK di lapangan pada proses Align Photos.

Kegunaan dan Industri yang Memakai

Kemampuan rekonstruksi spasial Metashape dimanfaatkan secara luas di berbagai industri, antara lain:

  • Survei Pemetaan & Topografi: Pembuatan peta dasar, penarikan garis kontur lahan, dan pemantauan konstruksi infrastruktur (jalan, bendungan, rel kereta).
  • Pertambangan: Menghitung volume tumpukan material tambang (stockpile) atau galian secara cepat dan aman (tanpa perlu orang memanjat tumpukan material).
  • Pertanian & Kehutanan: Memproses citra multispektral dan termal untuk menghitung indeks kesehatan tanaman (NDVI) pada perkebunan skala besar.
  • Arkeologi & Heritage: Mendokumentasikan dan membuat replika 3D digital dari situs bersejarah, candi, atau artefak rapuh untuk keperluan museum.
  • VFX & Game Development: Studio efek visual dan developer game memanfaatkan fitur texture mapping tingkat lanjut dari Metashape untuk membuat karakter atau lingkungan 3D fotorealistik.

Standard vs Professional Edition

Agisoft menawarkan perangkat lunaknya dalam dua edisi utama. Standard Edition ditujukan khusus untuk pemodelan objek 3D interaktif tanpa perlu sistem koordinat bumi nyata (cocok untuk fotografer atau desainer grafis). Sementara Professional Edition dirancang untuk alur kerja geospasial, mencakup pembuatan DEM, Orthomosaic, integrasi GCP, pemrosesan multispektral, dan LiDAR.

Jika Anda memerlukan Metashape untuk membuat peta lahan, Anda dipastikan membutuhkan versi Professional. Anda dapat membaca rincian lengkapnya di artikel kami mengenai Harga Agisoft Metashape 2026, serta perbandingannya dengan software pemetaan lain di Agisoft Metashape vs Pix4D 2026.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Agisoft Metashape adalah software fotogrametri yang memproses foto digital (dari kamera atau drone) dan citra satelit menjadi data spasial 3D seperti dense point cloud, model 3D bertekstur, DEM, dan orthomosaic.

Keduanya adalah software yang sama. Pada tahun 2018, seiring dengan rilis versi 1.5, Agisoft LLC mengganti nama PhotoScan menjadi Metashape untuk mencerminkan fitur-fiturnya yang semakin luas melebihi sekadar pemindaian foto.

Software ini banyak digunakan untuk survei pemetaan, perhitungan volume stockpile tambang, pertanian presisi (memproses citra multispektral), dokumentasi cagar budaya (heritage), hingga pembuatan aset 3D untuk game dan VFX.

Ya. Sejak beberapa versi terakhir, khususnya mulai seri 2.x, Agisoft Metashape Professional mendukung pemrosesan data LiDAR udara, termasuk fitur kalibrasi boresight untuk akurasi tinggi.

Butuh Lisensi Agisoft Metashape Resmi?

Kami melayani pembelian lisensi baru maupun upgrade edisi dengan faktur pajak untuk instansi pemerintah dan perusahaan di Indonesia.

Hubungi Tim Sales